Reportase Webinar Pengabdian Kegiatan Masyarakat (PKM) Pendidikan Biologi Tema: Kiat-kiat Menjaga Gizi Keluarga selama Pandemi dan Idul Fitri

Program Studi Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah menyelenggarakan Pengabdian Kegiatan Masyarakat (PKM) dalam bentuk Webinar dengan tema “Kiat-kiat Menjaga Gizi Keluarga selama Pandemi dan Idul Fitri” pada hari Kamis, 21 Mei 2020 jam 10.00-12.00 WIB  menggunakan aplikasi Zoom Meeting Apps & Yotube Live Streaming. PKM ini menghadirkan dua narasumber yaitu pertama, dr. Fadli Aditya Rizky, Sp.PD. (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Jampang Kulon, Sukabumi) dan kedua, Meti Maspupah, M.Pd. (Dosen Ilmu Gizi Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati, Bandung) dipandu oleh Moderator Epa Paujiah, M.Si. (Dosen Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung). Peserta yang mengikuti PKM berjumlah 134 orang yang berasal dari kalangan profesional, praktisi pendidikan (guru dan dosen), ibu rumah tangga, dan mahasiswa.

Narasumber pertama memaparkan materi berjudul “Nurtrisi pada Infeksi Virus Covid-19” yang berisi mengenai infeksi Covid-19, pathogenesis SARS CoV-2 dan nutrisi pada infeksi Covid-19 . Narasumber kedua menjelaskan materi berjudul “Kiat Menjaga Asupan Gizi Selama Pandemi dan Lebaran” yang berisi mengenai 10 pedoman Gizi Seimbang, tips sehat saat pandemi Covid-19, kiat menjaga kesehatan selama Lebaran, dan peran keluarga dalam memenuhi gizi anak. Peserta Webminar PKM memberikan pertanyaan serta tanggapan positif  pada saat sesi diskusi baik secara secara langsung memberikan pertanyaan, chat room pada Zoom Meeting, You Tube Live Streaming, serta berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan kepada peserta di akhir acara. Semoga ilmu yang diberikan oleh kedua narasumber dan hasil diskusi memberikan manfaat kepada peserta diskusi terutama sebagai solusi dalam melewati masa pandemi Covid-19 dan tetap sehat selama merayakan Idul Fitri, aamiin (TWA, 29 Ramadhan 1441 H).

  1. Narasumber 1: dr. Fadli Aditya Sp. PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Jampang Kulon)

COVID-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada tahun 2019 disebut dengan nama “Corona”. Corona merupakan gambaran dari jilatan-jilatan api dari matahari, gambaran seperti jilatan matahari inilah yang menyebabkan virus tersebut dinamakan sebagai virus corona. Corona merupakan suatu cuatan-cuatan yang dimiliki oleh virus yang mengandung protein S. Protein inilah yang menjadi alat bagi virus tersebut dapat masuk kedalam tubuh manusia.

Sebenarnya virus corona diciptakan untuk binatang, yang membawa virus ini adalah kelelawar, kelelawar dapat menularkan virus tersebut ke binatang-binatang lain. Leluhur-leluhur dari COVID-19 adalah SARS CoVi-1sekitar 8 tahun yang lalu di China, binatang perantaranya adalah musang. Kemudian 5-6 tahun yang lalu muncul MERS CoVi yang menyebarkannya adalah unta. Kemunculan MERS CoVi ini sempat booming karena mengganggu aktivitas umroh dan haji. Terakhir adalah COVID-19 yang ditularkan oleh ular.

Seharusnya karena COVID-19 ini dari binatang, maka tidak akan menularkan ke manusia. Di Wuhan ular diperjualbelikan dan dikonsumsi, hal tersebutlah yang akhirnya menyebabkan COVID-19 ini menular ke manusia. Setelah sampai ke manusia, maka virus ini dapat menular antar manusia, lalu menyebar di China, menginfeksi 2 benua yaitu Asia dan Eropa yang kita kenal dengan pandemik, akhirnya terjadi infeksi global dan menyebar ke seluruh dunia.

Penularan Antar Manusia

Virus corona menyebar ketika partikel virus yang berasal dari orang yang terinfeksi terciprat dalam bentuk droplet atau cipratan  ke dalam orang sehat melalui mata, hidung dan mulut. Karena bentuknya adalah cipratan, maka jarak tempuh virus sampai secara langsung dari orang yang terinfeksi kepada orang sehat yaitu 2 meter. Oleh karena itu, kita harus menjaga jarak minimal 2 meter dari orang ke orang. Selain itu, kita dianjurkan menggunakan masker, sebenarnya masker kain saja cukup bisa memproteksi mata, hidung dan mulut.

Penularan dapat terjadi langsung dan tidak langsung. Penularan langsung dapat terjadi dengan cara orang yang terinfeksi virus corona bersin, lalu mata, hidung, atau mulut orang sehat terciprat. Sedangkan cara yang tidak langsung yaitu ketika orang yang terinfeksi bersin, lalu menutup mulutnya dengan tangan, kemudian bersalaman dengan orang sehat. Penularan juga dapat melalui benda-benda, seperti gagang pintu dan lain-lain.

Kita  dilarang memegang mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan. Rajin-rajinlah cuci tangan setelah melakukan aktivitas. Cukup dengan sabun biasa saja partikel-partikel virus corona akan hancur, tidak perlu anti septik secara berlebihan.  Di Indonesia peningkatannya hampir 500 kasus perhari dan masih terus meningkat belum mengalami pelandaian apalagi penurunan. Untuk dapat mencegah COVID-19, kita harus memperhatikan kebersihan, social distancing serta asupan nutrisi tubuh kita.

Bagaimana virus corona menyerang manusia?

Cuatan-cuatan virus corona dapat masuk, lalu diterima oleh tubuh melalui gerbang yang disebut dengan ACE2. Ketika masuk ke ACE2, virus ini menembus sel yang akan diinfeksi. ACE2 dimiliki oleh sel-sel di paru-paru. Gejala yang terjadi yaitu infeksi paru dan infeksi pernafasan. Ditandai dengan batuk kering, sesak nafas dan demam tinggi.

Respon Tubuh

Respon tubuh dilakukan oleh sel darah putih jenis T dan sel darah putih jenis B. Sel darah putih jenis T menembakkan geranat-geranat pada virus corona, geranat-geranat ini sangat besar. Tidak hanya virus corona yang dibunuh, tetapi sel-sel sehat yang ada disekitarnya juga ikut rusak dan menyebabkan terjadinya kerusakan organ secara luas. Cara menetralisir virus corona yaitu dengan antibodi yang dikeluarkan oleh sel darah putih tipe B. Antibodi ini memiliki peluru kendali yang tepat sasaran.

Peran Nutrisi terhadap Infeksi Virus Corona

  1. Nutrisi akan mampu mengurangi geranat-geranat yang berlebihan yang merusak sel-sel sehat. Nutrisi berperan sebagai anti peradangan, anti oksidan dan mengkondisikan geranat-geranat tersebut hanya menyerang virus corona.
  2. Peran nutrisi lainnya yaitu sebagai imunomodulator yang meningkatkan antibodi. Dengan banyaknya antibodi yang dihasilkan oleh tubuh, maka lebih banyak produk kendali yang tepat sasaran menyerang virus corona, tentu tubuh akan lebih mampu mengeliminasi virus corona.

Kriteria-Kriteria dalam Kasus COVID-19

  1. ODP (Orang Dalam Pemantauan), merupakan kelompok orang-orang yang belum terbukti terkena virus corona. Gejala yang dialaminya yaitu batuk, demam dan sesak nafas. Pada ODP sebelumnya terjadi kontak dengan orang yang positf atasu berasal dari zona merah.
  2. PDP (Pasien Dalam Pengawasan), merupakan kelompok orang-orang yang harus di rawat.

Dari sisi nutrisi terjadi perbedaan kebutuhan energi. Untuk ODP sama dengan orang sehat, yaitu 30 kkal/kg/berat badan/hari. Sedangkan PDP yaitu 35 kkal/kg/berat badan/hari. Untuk tenaga medis 10% lebih tinggi dari PDP. Nutrisi ini akan dibagi secara seimbang untuk memenuhi makronutrien yang terdiri atas karbohidrat, protein dan lemak.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh yang dibutuhkan sebanyak 50% dari total energi yang dibutuhkan. Karbohidrat dapat berasal dari beras putih, beras hitam, beras merah, kentang, pasta, jagung atau sagu.

Kebutuhan protein yaitu sebanyak 15-20%, harus terpenuhi dari hewani dan nabati (hewani 65% dan nabati 35%). Protein hewani didapat dari ayam, ikan, sapi, bebek, rajungan, tiram dan udang. Protein nabati didapat dari kacang-kacangan, seperti kacang kedelai (tahu, tempe dan susu kedelai), kacang merah, kacang tanah, kacang hijau, kacang mete, jamur (jamur putih) dan kembang kol.

Kebutuhan lemak yaitu sebanyak 25%, lemak yang dibutuhkan dalam mengatasi infeksi virus corona yaitu golongan asam lemak tidak jenuh rantai panjang yang mengandung banyak omega 3 dan omega 9. Omega 3 dan omega 9 terkandung dalam ikan kembung/makarel, sarden, salmon, dan tiram.

Vitamin yang Dibutuhkan dalam Menghadapi Virus Corona

  1. Vitamin A, pada wanita kebutuhannya sebanyak 600 mikrograf, sedangkan pada laki-laki sebanyak 650 mikrograf. Terkandung dalam kuning telur, cabai merah dan wortel. Mengkonsumsi kuning telur, sudah mencukupi kebutuhan vitamin A bagi wanita. Sedangkan untuk pria cukup dengan kuning telur ditambah cabai merah. Tidak perlu ditambah suplemen vitamin A, karena akan memperparah infeksi paru.
  2. Vitamin B6, kebutuhannya sebanyak 25-100 mg perhari. Terkandung dalam pisang, kentang dan daging sapi.
  3. Vitamin C, kebutuhannnya cukup tinggi yaitu sebanyak 1000 mg untuk orang sehat dan 2000 mg untuk pasien yang di rawat. Kiwi memiliki kadar vitamin yang paling tinggi hampir mendekati 100 mg. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C sebaiknya mengkonsumsi suplemen vitamin C. vitamin C dapat mencegah penularan dan mempercepat kesembuhan bagi pasien yang mengalami infeksi virus corona. Direkomendasikan 1-2 kali 500 mg, jika banyak memakan buah kiwi, cukup dengan 1 kali 500 mg. Sedangkan untuk pasien terinfeksi butuh 4 kali 500 mg.
  4. Vitamin D, kebutuhannya cukup tinggi yaitu 1000 IU. Terkandung dalam ikan makarel, kuning telur dan susu sapi. Kandungan vitamin D dalam tubuh belum teraktivasi, dapat diaktivasi oleh sinar matahari. Kita direkomendasikan untuk berjemur dari jam 09.00 – 10.00 selama 25 menit, jika jam 11.00 – 13.00 cukup selama 7,5 menit. Terbukti dari jurnal nutrien ini suplemen vitamin D bagi yang sudah terinfeksi akan mengurangi resiko kematian. Direkomendasikan untuk mengkonsumsi suplemen 1-2 kali 1000 IU perhari.
  5. Vitamin E, dibutuhkan sebanyak 400 IU, berasal dari minyak bunga matahari dan kuwaci.
  6. Mineral dan nutraceutical, yang paling dibutuhkan adalah selenium dan zink, memerlukan peran dari lactobacillus (probiotik), direkomendasikan untuk mengkonsumsi sekali sehari. Madu (imun nabawi), di Mesir dilakukan penelitian mengenai pemberian madu alami, di Pakistan dilakukan penelitian mengenai madu dan jinten hitam untuk mengatasi infeksi virus corona. Kedua penelitian ini masih berjalan sampai sekarang, madu dibutuhkan sebanyak 1 sendok makan sehari. Curcuma (asli dari Indonesia), penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Erlangga di Surabaya membuktikan bahwa curcuma memiliki efek antivirus. Direkomendasikan oleh kementerian kesehatan untuk mengkonsumsi 2 kali sehari sebanyak 20 gram baik dari curcuma yang asli atau dapat dimakan dalam bentuk tablet/kaplet.

Porsi dan Jadwal Makan

Dengan keteraturan makan akan menyebabkan proses metabolisme berjalan dengan baik.

  1. Narasumber 2 : Meti Maspupah, M.Pd (Dosen Ilmu Gizi Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Melalui Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) yang direkomendasikan oleh Kementarian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat 10 pedoman gizi seimbang untuk memenuhi nutrisi keluarga, yaitu:

  1. Sajikan ragam makanan pokok, misal anak meyukai 1 jenis makanan yaitu ayam krispi. Kita dapat membuat tahu, wortel dimasak seperti ayam krispi tersebut.
  2. Menyimpan buah dan sayur dalam kulkas, dicuci bersih sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
  3. Biasakan anak mensyukuri dan menikmati makanan yang sudah kita masak dirumah, dengan cara mendogengkan kisah-kisah yang penuh hikmah atau mengajak anak untuk berdonasi atau mengikuti kegiatan sosial pada masa pandemi ini.
  4. Batasi makanan yang manis-manis, bergaram tinggi serta berlemak. Seperti permen, frozen food (sosis, nudget dan lain-lain) serta daging berlemak. Pada laman kemenkes, terdapat anjuran “Bijaklah dalam Memilih Makanan!”. Direkomendasikan untuk mengkonsumsi gula dalam 1 hari hanya 4 sendok makan, terlalu banyak makan gula menyebabkan obesitas, diabetes, serta mengganggu jantung dan ginjal. Mengkonsumsi garam hanya 1 sendok teh sehari, lebih dari ini bisa beresiko struk. Resiko struk bisa naik sebanyak 23% dan resiko penyakit jantung naik 17%. Mengkonsumsi lemak hanya 5 sendok makan, banyak lemak membuat berat badan berlebih.
  5. Jangan lupa membaca label kemasan, lalu chek terdapat atau tidaknya logo halal dari MUI. Membaca komponen nutrisi dari makanan dapat menjadi acuan untuk mengetahui makronutrien yang terpenuhi.
  6. Cukup gerak, pada balita dapat dilakukan dengan merangkang, belajar berdiri dan berjalan. Pada anak-anak, selama masa pandemi ini orang tua boleh mengizinkannya main di halaman rumah. Untuk usia remaja dapat disesuaikan. Orang dewasa bisa dengan senam, sedangkan lansia dapat dilakukan dengan berjalan dari kamar ke kamar cucu. Cukup gerak ini dapat disesuaikan dengan keadaannya.
  7. Minum air putih yang cukup
  8. Biasakan sarapan pagi, agar dalam melakukan aktivitas rasa lapar tidak cepat muncul. Jika menahan lapar, kita akan menjadi lebih rakus.
  9. Mengkonsumsi protein tinggi, protein dapat mengganti sel-sel yang rusak.
  10. Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, serta tidak menggunakan antiseptik yang berlebihan.

Tips Sehat selama Pandemi

  1. Makan dengan takaran gizi yang seimbang.
  2. Mengisi waktu luang dengan keluarga.
  3. Meminimalkan lansia terpapar virus corona dan menjaga kesehatan lansia.
  4. Ajari lansia menggunakan gawai untuk menghindari rasa bosan dan kesepian yang dialami.

Kiat-kiat Menjaga Kesehatan selama Idul Fitri

  1. Jadwal makan yang tepat.
  2. Konsumsi makanan yang seimbang.
  3. Hindari konsumsi makanan yang banyak mengandung gula.
  4. Perbanyak minum air putih.
  5. Olahraga minimal 30 menit.
  6. Istirahat yang cukup, harus memenuhi syarat kuantitas dan kualitasnya. Kuantitas tidur malam sebanyak 7 jam. Ketika kita rebahan 5 menit sudah tidur, berarti kualitas tidur kita sudah baik. Ketika rebahan selama 2 jam ternyata belum bisa tidur, berarti kualitas tidur kita belum baik.

Dampak Giji yang Tidak Terpenuhi

  1. Stunting / kerdil
  2. Kognitif lemah dan psikomotor terhambat
  3. Kesulitan menguasai sains
  4. Tidak berprestasi dalam berolahraga
  5. Lebih mudah terkena penyakit degeneratif
  6. Sumber daya manusia yang kualitasnya rendah

created by TWA dan Lia fakhriah, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *