REPORTASE KEGIATAN WEBINAR TEMU ALUMNI

Program Studi Pendidikan Biologi dan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang diketuai oleh Bapak Aang Mahyani, M. Ag mengadakan kegiatan “Webinar dan Temu Alumni” yang telah dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2020 pada jam 13.30-15.30 WIB melalui Zoom Meeting Apps dan Youtube Live Streaming dengan tema “Penguatan Budaya Penelitian Pendidikan Biologi dalam Mengembangkan Jiwa Biopreneurship”. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Ibu Dr. Sumiyati Sa’adah, M.Si., Kaprodi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati, Bapak Dr. Ateng Supriyatna, M.Si., Dosen Biologi UIN Sunan Gunung Djati, Bapak Iwan Candra B., S.Pd., Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia. Acara webinar dan temu alumni ini juga dipandu oleh seorang moderator yaitu Bapak Hadiansah, M.Pd., yang merupakan dosen pendidikan biologi di UIN Sunan Gunung Djati. Sebanyak 83 peserta ikut berpartisipasi dalam acara ini yang terdiri dari para alumni dan dosen Prodi Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati.

 

Pelaksanaan webinar ini dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama, masing-masing narasumber menjelaskan materi sesuai dengan tema yang telah ditentukan dan dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu sesi tanya jawab. Materi pertama disampaikan oleh Ibu Dr. Sumiyati Sa’adah, M.Si yaitu tentang tantangan dan peluang Prodi Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memberikan pelayanan pendidikan. Pelayanan pendidikan yang diberikan adalah berdasarkan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal inilah yang menjadikan prodi pendidikan biologi harus mampu berperan dalam membawa masyarakat dalam menghadapi kehidupan di masa depan dan menyesuaikan dengan segala perubahan. Tentunya hal tersebut dapat dicapai melalui sistem pembelajaran yang baik sehingga mampu menghasilkan lulusan yang dibutuhkan oleh stake holder dan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, dimana dalam prosesnya diperlukan desain, rencana, strategi dan kebutuhan-kebutuhan pendukung lainnya seperti tenaga pengajar, staf, sarana dan prasarana, kurikulum, organisasi, laboratorium, perpustakaan, dan pendanaan. Lulusan dari perguruan tinggi diharapkan memiliki beberapa kompetensi yang sesuai dengan kerangka kompetensi abad 21 yang meliputi life and career skills, learning and innovation skills, dan information, media, and technology skills. Oleh karena itu, prodi pendidikan biologi yang mempunyai visi, misi, dan tujuan yang diselaraskan dengan visi misi universitas dan fakultas dapat menghasilkan profil lulusan berupa pendidik biologi, peneliti pendidikan biologi, wirausaha di bidang biologi atau kependidikan biologi. Tentunya dalam menghasilkan profil lulusan tersebut harus dilakukan inovasi pembelajaran biologi, adapun inovasi pembelajaran biologi yang telah dilakukan diantaranya adalah melibatkan mahasiswa dalam pembelajaran dikelas yang dibantu dengan teknologi, melakukan pembelajaran di lapangan, meningkatkan sistem informasi, peninjauan kurikulum, dan peningkatan kompetensi mahasiswa, misalnya melalui kegiatan kuliah umum dan kewirausahaan.

Berkaitan dengan profil lulusan prodi pendidikan biologi yang diantaranya adalah peneliti pendidikan biologi maka dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Bapak Dr. Ateng Supriyatna, M. Si., yaitu tentang model riset dan inovasi perguruan tinggi. Penelitian itu sendiri bisa muncul karena beberapa faktor, diantaranya adalah laboratorium, roadmap, dan inovasi. Adapun aset perguruan tinggi untuk melakukan riset dan inovasi adalah mahasiswa dan dosen, prodi, laboratorium, sarana dan prasarana, serta kebjikaan dan pendanaan. Model riset di perguruan tinggi terdiri dari riset dasar, riset pengembangan ilmu, riset terapan, teaching factory, dan teaching industry.

Materi yang terakhir adalah tentang kunci sukses dalam berwirausaha atau biopreneurship yang disampaikan oleh Bapak Iwan Candra B. S. Pd., beliau menyampaikan bahwa terdapat kiat-kiat untuk menjadi biopreneurship yang sukses, diantaranya adalah modal, kemauan, kejujuran, dan mempunyai mentalitas yang kuat. Modal yang digunakan dalam usaha yang dilakukannya tidaklah besar tetapi menggunakan sistem perputaran uang kemudian beralih ke sistem bank sampah. Selain itu, kemauan yang dimiliki haruslah kuat yaitu kemauan untuk belajar dan bangkit dari setiap kegagalan yang dihadapi. Kejujuran merupakan hal yang sangat penting dalam berwirausaha karena kejujuran sangatlah sulit untuk didapatkan. Mentalitas yang kuat itu sangat penting karena tidak sedikit pengusaha yang menyerah ketika mereka menghadapi kegagalan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *